Pengolahan Data SuGAr untuk studi pergerakan (subduksi) lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia

1.Abstract

Jaringan Sumatran GPS Array (SuGAr) terpasang lebih dari seribu kilometer, sepanjang batas lempeng konvergen antara lempeng tektonik Indo-Australia dan Asia. Dengan 58 stasiun GPS, jaringan ini menyediakan informasi tentang Sunda megathrust dan sesar Sumatera.
Jaringan ini sangat penting, karena beberapa hal berikut:
1. Beberapa stasiun GPS terpasang di pulau-pulau yang tepat berada pada daerah kuncian Sunda megathrust, posisi yang sangat tepat untuk merekam deformasi interseismik, coseismic dan postseismic yang dialami bagian atas sebuah zona subduksi, yang merupakan hal yang unik.
2. Data SuGAr saling melengkapi dengan data lain seperti mikro-atol, sehingga data ini bisa melengkapi studi dalam konteks siklus pengulangan gempa.
3. Beberapa gempa telah terjadi sepanjang Sumatra margin sepanjang jaringan ini terpasang, bahkan satu diantaranya bahkan sudah diperkirakan akan terjadi. SuGAr menyediakan kesempatan yang besar untuk memahami gejala pre- dan post-seismic dengan mengamati deformasi lempeng tektonik.

2.Keywords
Sumatran GPS Array (SuGAr), deformasi, coseismic, tektonik
3.Objective

Pemanfaatan HPC

Akses HPC ini dibutuhkan untuk melakukan beberapa analisa data SuGAr yang sekarang tersimpan di database LIPI (Server Gd. 10, Pusat Penelitian Informatika).
Selain itu, beberapa software dengan lisensi institusi sudah dimiliki dan dibutuhkan instalasi di server sehingga bisa diakses secara remote.
Selain itu, nantinya akan dibutuhkan pembuatan beberapa akun (selain akun utama yang saya daftarkan sekarang), yang ditujukan untuk dimanfaatkan oleh mahasiswa yang akan melakukan penelitan dan membutuhkan data dengan akses jumlah dan waktu yang terbatas.

4.Methodology

Data SuGAr disimpan dalam server dalam 2 format yaitu raw data dari station, dan format RINEX (format baku data GPS).
Data ini kemudian dikonversi menjadi data posisi menggunakan beberapa software, seperti GAMIT/GLOBK, GIPSY, Bernese, dll.

Data posisi ini yang kemudian diolah dan dimodelkan sehingga diperoleh data deformasi.

5.Team

Deasy Arisa (P2 Geoteknologi)
Bambang Setiadi (P2 Geoteknologi)
Iwan Hermawan (EOS - NTU - Singapore)

6.Computation plan (required processor core hours, data storage, software, etc)

List software yang digunakan:

gfortran
GAMIT/GLOBK
GMT (General Mapping Tools)

7.Source of funding
Kolaborasi LIPI - EOS
8.Target/outputs
publikasi, website, pembimbingan mahasiswa
9.Date of usage
19/07/2018 - 31/12/2025
10.Gpu usage
use gpu
11.Supporting files
12.Created at
19/07/2018
13.Approval status
approved